<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="410">
 <titleInfo>
  <title><![CDATA[Pemberdayaan Setengah Hati]]></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart><![CDATA[SUTARYONO]]></namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text"><![CDATA[Additional Author]]></roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
 <genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"><![CDATA[Yogyakarta]]></placeTerm>
   <publisher><![CDATA[Lapera pustaka utama]]></publisher>
   <dateIssued><![CDATA[2008]]></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
  <languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
  <extent><![CDATA[xvi,180p; 22 cm]]></extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title><![CDATA[Sub ordinasi masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan]]></title>
 </relatedItem>
</mods>
<note><![CDATA[Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan merupakan fenomena yang sangat menarik dikaji dalam banyak pandangan, mengingat betapa luasnya wilayah hutan di Indonesia. Hutan juga tidak hanya sebagai suatu tegakan kayu dan kehidupan fauna didalamnya. Hutan merupakan suatu ekosistem sosial politik yang merupakan medan tempur berbagai kepentingan sumber daya. Proses pemberdayaan masyarakat hutan tidak pernah dilepaskandari paradigma pengelolaan hutan, artinya pandangan pengelola terhadap hutan dan kenyataan di dalamnya berpengaruh terhadap pengelolaan sistem kehutanan di negeri ini. Beberapa pandangan yang sering dipakai adalah: pertama, pandangan berbasis ekologis yang menempatkan hutan sebagai sebuah kawasan ekosistem yang berfungsi sebagai kawasan kehidupan tidak hanya untuk makhluk hidup yang tinggal di dalamnya, namun secara global berfungsi juga sebagai paru-paru dunia. Oleh karena itu, keberadaan hutan dan fungsinya tersebut perlu dijaga dan dilestarikan keberlanjutannya. Dalam hal ini lingkar konflik kepentingan para pihak tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, namun lebih luas lagi adalah di tingkat internasional. Hal ini sangat terkait dengan supplay karbon (CO2) yang memberikan pengaruh terhadap perubahan iklim dunia.]]></note>
<subject authority="">
 <topic><![CDATA[pengelolaan hutan]]></topic>
</subject>
<classification><![CDATA[624.92 SUT p]]></classification>
<identifier type="isbn"><![CDATA[9789799444417]]></identifier>
<location>
 <physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Sajogyo Memerdekakan dan Mencerdaskan]]></physicalLocation>
 <shelfLocator><![CDATA[624.92 SUT p]]></shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1"><![CDATA[B45220151]]></numerationAndChronology>
   <sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
   <shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image><![CDATA[pemberdayaan_setengah_hati.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier><![CDATA[410]]></recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-05-26 16:33:49]]></recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-05-26 16:33:49]]></recordChangeDate>
 <recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>